June 21, 2011

Bila Mata Sudah Terasa Lelah, Apa yang Harus diLakukan?

Terlalu lama bekerja di depan komputer atau fokus pada satu hal kadang bisa membuat mata menjadi lelah. Tapi ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi mata lelah.

Mata adalah salah satu indera yang memiliki fungsi penting dan berharga. Jika seseorang sudah mengalami mata lelah maka kondisi ini akan mempengaruhi kemampuan penglihatanya serta menurunkan kinerja.
Mata lelah umumnya bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun penyebab
umumnya secara luas diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu:


  1. Lingkungan, seperti stres di tempat kerja, rumah dan lingkungan yang bising sehingga waktu tidur berkurang. Selain itu tekanan ke mata juga bisa diakibatkan terlalu lama menatap komputer, terlalu lama membaca di tempat redup tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak, pasokan oksigen yang tidak memadai, polusi dan asap rokok.


Karya Tulis Pendidikan VI




Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui peningkatan kompetensi menulis dalam bahasa Inggris kelas X TKJ SMK Negeri 1 Boyolali tahun 2008/2009 dengan bergabung di English Mailing List. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Hasil portofolio  tulisan siswa menunjukkan adanya peningkatan kompetensi menulis dalam bahasa Inggris. Pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 28 siswa dari 36 atau 77%, sedangkan siklus II  sebanyak 34 atau 94%, peningkatan sebesar 16%.

Kata kunci: kompetensi menulis bahasa inggris, english mailing list

Abstract: The aim of this research is to know the increasing of the students’ writing  competence in Engish  class X  TKJ in 2008/2009 by joining English Mailing List. This research used Classroom Based Action Research method consists of two cycles. The result of gathering portfolios shows there is an increase of the students writing competence, the students who achieved Minimun Learning Mastery Criteria are 77% in the first cycle and 94% in the second cycle.

Keyword: english writing competence, english mailing list


June 16, 2011

CARA MUDAH MENGHAFAL


Setiap orang pasti ingin pintar. Gak ada insan di dunia ini yang mau menjadi bodoh, ataupun memperbodohi diri sendiri. Sebagai mahasiswa dan pelajar, ataupun semua yang masih menuntut ilmu, pasti pernah merasakan sulitnya belajar, sulitnya menghafal. Apalagi yang di hafal mengenai tulisan atau bacaan yang jarang kita konsumsi, contohnya seperti menghafal bait-bait al-quran,  nadzom-nadzom kitab, rumus-rumus matematika, kimia, fisika, istilah-istilah yang gak ngerti apa artinya, dan yang lain yang membuat kita jengah, ya kan???
Nah kali ini, saya ingin berbagi bersama teman-teman semua, gimana agar kita semua mudah menghafal. Yah, sebenarnya saya juga belum sempurna mempraktekkannya, jadi hasilnya belum maksimal. Tapi insyaallah akan lebih di maksimalkan lagi, mengingat sekarang saya dah duduk di semester II, mata kuliah dah mulai ngejelimet dan memeras otak saya banget.




1.          Bersungguh - sungguh dan kontinuitas dalam mempelajari semuanya.
Segala sesuatu harus dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh. Jika ingin mendapatkan hal yang maksimal, tentu kita harus berusaha maksimal juga kan?? :o
Terus,,hal itu harus dilakukan secara kontinue, jangan cuma mentok disana2 aja.

2.          Menyedikitkan makan
Menurut dr. Syafrina, banyak makan membuat kita merasa ngantuk, Kenapa??? Karena stimulasi makanan yang kita makan akan mempengaruhi kerja sistem otak kiri, yang cenderung berpikir enak. Stimulus itu akan mempengaruhi daya otak, menjadi cepat lelah, dan akhirnya mengantuk. Hehehehe

3.          Membiasakan melakukan shalat sunah di sepertiga malam yang akhir, seperti Tahajud. Disaat ini lah kita memohon dan berdoa kepada Tuhan yang maha mengetahui, kaya akan ilmu.

4.          Membiasakan diri membaca Alquran
Setelah membaca al-quran, biasanya pikiran kita akan tenang, dan otomatis akan membuat kita tenang dalam mempelajari dan menghafal pelajaran.

5.          Membiasakan membaca bacaan berikut sebelum membuka, membaca, dan atau menghafal kitab/pelajaran:
"Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaa ha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adhiim. al- 'aziizil 'aliim".
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar, dan tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Yang Mahaluhur lagi Mahaagung, Mahamulia, dan Maha Mengetahui."


6.          Setiap selesai shalat fardhu lima waktu membaca: “Aamantu billaahil waahidil ahadil haqqi wahdahu laa syariikalahu wa kafartu bimaa siwaah”.
Artinya: "Aku percaya kepada Allah Yang Mahaesa ZatNya, sifat-sifatNya, dan perbuatanNya, yang hak berdiri sendiri, tiada sekutu bagiNya, dan aku mengingkari sesuatu selain Allah."

7.          Memperbanyak bershalawat kepada Nabi saw, menghindari dosa, dan meninggalkan maksiat.

8.          Membiasakan diri sikat gigi (bersiwak).

9.          Meminum madu, memakan anggur merah 21 buah setiap pagi sebelum makan apa-apa, juga makan kurma minimal 7 buah setiap hari.

10. Tidak membicarakan sesuatu yang sia-sia, sedikit bergurau, bergaul dengan ulama dan orang-orang sholeh.

11. Ilmu yang didapatkan tidak semata untuk memperoleh kenikmatan duniawi, namun juga diniatkan untuk memperoleh ridho ilahi.

Nah, itulah sedikit tips yang bisa diperoleh dari Kitab"Ta'limul Muta'allim Thariqit Ta'allum karya Syeikh Tajuddin Nu'man bin Ibrahim bin Al-Khalil Zarnuji, yang disyarah(diberi komentar) oleh Syeikh Ibrahim bin Ismail. Semoga kita bisa mengamalkan, dan mendapat kemudahan dalam menggapai cita-cita. Amin.

June 12, 2011

BULAN RAJAB



Bulan Rajab adalah salah satu bulan-bulan haram yang tersendiri dan tidak berkumpul dengan bulan-bulan Haram lainnya. Lain dengan ketiga Bulan-Bulan Haram lainnya. Karena bulan-bulan Haram lainnya terletak Berurutan, yaitu: Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

 Ada beberapa Hadist yang berbicara tentang keutama’an bulan ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
عن أبي بكرة ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض ، السنة اثنا عشر شهرا منها أربعة حرم ، ثلاث متواليات : ذو القعدة وذو الحجة والمحرم ، ورجب شهر مضر الذي بين جمادى وشعبان »
Artinya: ” Dari Abu Bakrah RA, dari Rasulullah SAW bersabda: ” sesungguhnya zaman telah berputar seperti keada’annya di hari dimana Allah SWT menciptakan langit dan bumi , satu tahun ada dua belas bulan , disitu terdapat empat bulan yang di haramkan Allah SWT, tiga bulan berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab adalah bulan mudhar  yang terletak antara Jumadil akhir dan Sya’ban“.

Maksud dari Hadist ini adalah membatalkan apa yang dilakukan oleh orang jahiliyah dengan mengganti sebagian bulan Haram dengan bulan lainnya atau yang disebut dengan Annasi’. Allah SWT berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an:


May 30, 2011

ALL ABOUT RASULULLAH S.A.W




Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya.


Kebiasaan Nabi
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya.

Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin.

ketika Nabi diluar.
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan.
Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.

Majlis Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali.
Baginda tidak pemah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan.

Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala.
Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.

Diamnya Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat.


WAHABI ITU APA?


WAHHABIYYAH
Muhammad ibn Abdul Wahhab (Perintis gerakan Wahhabiyyah) adalah seorang yang tidak diakui keilmuannya oleh para ulama. Bahkan saudaranya; Sulaiman Ibn Abdul Wahhab menulis dua buah karya bantahan terhadapnya. Ini ia dilakukan karena Muhammad ibn Abdul Wahhab menyalahi apa yang telah disepakati oleh kaum muslimin baik di daerahnya maupun di tempat lain, baik dari kalangan pengikut mazhab Hanbali maupun pengikut mazhab lain. Bantahan pertama berjudul ( الصواعق الإلهية ) dan yang kedua berjudul ( فصل
ابخطاب فالرد على محمد بن عبد الوهاب ). Begitu juga seorang ulama madzhab Hanbali ternama, seorang mufti Makkah pada masanya, Syeikh Muhammad ibn Humaid tidak menyebutkan nama Muhammad ibn Abdul Wahhab dalam jajaran ulama mazhab Hanbali, padahal dalam kitabnya berjudul ( لسحب
الوابلة على ضرائح الحنابل ) ia menyebutkan sekitar 800 ulama laki-laki dan perempuan dari kalangan mazhab Hanbali. Yang disebutkan dalam kitab tersebut adalah biografi ayahnya; Syeikh Abdul Wahhab. Syeikh Muhammad ibn Humaid menyebutkan keilmuan ayahnya dan menyebutkan bahwa ayahnya ini semasa hidupnya sangat marah
terhadap Muhammad tersebut dan memperingatkan orang-orang untuk menjauh darinya.



Ayahnya berkata: يا ما ترون من محمد من الشر (Kalian akan melihat kejahatan yang akan dilakukan oleh Muhammad). Syeikh Muhammad ibn Humaid wafat sekitar 80 tahun setelah Muhammad Ibn Abdul Wahhab.
Muhammad ibn Abdul Wahhab telah membuat agama baru yang diajarkan kepada pengikutnya. Dasar ajarannya ini adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan meyakini bahwa Allah adalah benda yang duduk di atas Arsy. Keyakinan ini jelas penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya, karena duduk adalah salah
satu sifat manusia. Dengan ajarannya ini, Muhammad ibn Abdul Wahhab telah menyalahi firman Allah:

( [ ليس كمثله شىء ] (الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai segala sesuatu dan tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya”. (Q.S. as-Syura: 11)

Para ulama salaf bersepakat bahwa barangsiapa yang menyifati Allah dengan salah satu sifat diantara sifat-sifat manusia maka ia telah kafir. Sebagaimana telah ditulis oleh Imam al-Muhaddits as-Salafi at-Thahawi (227 – 321 H) dalam kitabnya yang terkenal dengan nama ( العقيدةالطحاوية ) teks pernyataannya adalah:

“ومن وصف الله بمعنى من معاني البشر فقد كفر”
Maknanya: “Barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat dari sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”.

Di antara keyakinan golongan Wahhabiyyah ini adalah mengkafirkan orang yang berkata: “Yaa Muhammad…”, mengkafirkan orang yang berziarah ke makam para nabi dan para wali untuk bertabarruk (mencari barkah), mengkafirkan orang yang mengusap makam para nabi untuk bertabarruk, dan mengkafirkan orang yang mengalungkan hirz (tulisan ayat-ayat al-Qur’an atau lafazh-lafazh dzikr yang dikalungkan di leher) yang di dalamnya hanya bertulis al-Qur’an dan semacamnya dan tidak ada sama sekali lafazh yang tidak jelas yang diharamkan. Mereka menyamakan yang memakai hirz ini dengan penyembah berhala. Mereka dalam hal ini telah menyalahi para sahabat dan orang-orang salaf yang shalih.

Telah menjadi kesepakatan bahwa boleh berkata “Ya Muhammad…” ketika dalam kesusahan. Semua umat Islam bersepakat tentang kebolehan ini dan melakukannya dalam praktek keseharian mereka, mulai dari para sahabat nabi, para tabi’in dan semua generasi Islam hingga kini. Bahkan Imam Ahmad ibn Hanbal; Imam mazhab Hanbali yang mereka klaim di negeri mereka sebagai mazhab yang mereka ikuti, telah menyatakan kebolehan menyentuh dan meletakkan tangan di atas makam Nabi Muhammad r, manyentuh mimbarnya dan
mencium (kedua)nya apabila diniatkan untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan bertabarruk. Hal ini ia sebutkan dalam kitabnya yang sangat terkenal berjudul ( الجامع في العلل ومعرفة الرجال ). Mereka telah menyimpang dari jalur umat Islam dengan mengkafirkan orang yang beristighatsah kepada Rasulullah r dan bertawassul dengannya setelah wafatnya. Mereka berkata: “Bertawassul dengan selain yang hidup dan yang hadir (ada di hadapan kita) adalah kufur”. Atas dasar kaidah ini, mereka mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan mereka, dan menghalalkan membunuhnya. Pemimpin mereka Muhammad ibn Abdul Wahhab berkata: “Siapa yang masuk dalam dakwah kita maka ia mendapatkan hak sebagaimana hak-hak kita dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajibankewajiban kita dan barang siapa yang tidak masuk (dalam dakwah kita) maka ia kafir dan halal darahnya”.
Bagi yang hendak mengetahui secara luas tentang dalil-dalil yang membantah pernyataanpernyataan mereka, silahkan membaca kitab-kitab yang banyak ditulis dalam bantahan kepada mereka seperti kitab yang berjudul ( (الرد المحكم المتين karya seorang muhaddits daratan Maghrib yaitu Syeikh Abdullah al-Ghammari dan kitab yang berjudul ( المقالات السنية في كشف ضلالات أحمد بن تيمية ) karya muhaddits daratan Syam; Syeikh Abdullah al Harari. Kitab yang terakhir disebut ini dinamakan demikian karena Muhammad ibn Abdul Wahhab mengambil paham dalam mengharamkan tawassul kecuali dengan orang yang hidup dan yang hadir dari kitab-kitab ibn Taimiyyah (W 728 H). Padahal Ibn Taimiyah menyarankan bagi orang-orang yang terkena semacam kelumpuhan (al-Khadar) pada kaki, hendaklah mengucapkan: “Yaa Muhammad…”.

Pernyataan Ibnu Taimiyah ini ia tulis dalam karyanya ( الكلم الطيب ) terbitan al-Maktab al-Islami, cet. Ke-5 tahun 1405 H/1985 M. Pernyataannya ini menyalahi apa yang ia tulis sendiri dalam karyanya at-Tawassul wa al Wasilah. Muhammad Ibn Abdul Wahhab mengambil paham dalam mengharamkan tawassul dari kitab at Tawassul wa al Wasilah dan tidak menyetujui apa yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam kitab a- Kalim ath-Thayyib.

Faedah: Para ahli fiqh, hadits, tafsir serta kaum sufi di segenap penjuru dunia Islam telah menulis banyak sekali (lebih dari seratus) risalah-risalah kecil atau buku-buku khusus untuk membantah Muhammad Ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya.
Diantaranya adalah Syeikh Ahmad Ash-Shawi al-Maliki (W 1241 H), Syeikh Ibnu ‘Abidin al-Hanafi (W 1252 H), Syeikh Muhammad Ibn Humaid (W 1295 H) mufti Mazhab Hanbali di Mekah al-Mukarramah, Syeikh Ahmad Zaini Dahlan (W 1304 H) mufti mazhab Syafi’i di Mekah al-Mukarramah dan ulama lainnya.