10 Desember 2012

BADAI MATAHARI 2012


BADAI Matahari sekarang ini jadi perbincangan serius oleh semua masyarakat dunia. Baik lewat berbagai informasi di website maupun buku-buku yang diterbitkan para ahli antariksa. Bagaimana tidak? dengan adanya badai matahari, maka isu yang berkembang tentang kiamat di tahun 2012 pun makin terus mencuat. Berikut penjelasan National Aeronautics and Space  Administration (NASA).

NASA memang sempat melaporkan akan adanya badai matahari periode 2012-2013. Badai besar dan tsunami besar juga akan menyapu lautan Convenyor Belt di mana Indonesia juga jadi bagiannya.

Dalam 6 tahun terakhir masyarakat dunia telah menyaksikan berbagai bencana besar. Di mulai dengan tsunami akhir Desember 2004, badai Katrina, gempa di atas 7 skala Richter di Haiti, Chile, China dan terakhir letusan gunung yang sudah lama tidur di pulau tenang Islandia.

NASA menjelaskan soal solar maksimum adalah periode aktivitas matahari terbesar dalam siklus matahari. Selama solar maksimum, sunspot atau bintik matahari muncul.

Berlawanan dengan solar minimun, solar maksimum adalah saat di mana medan magnetik matahari paling terdistorsi karena medan magnet di ekuator matahari berputar sedikit lebih cepat daripada di kutub matahari. Siklus matahari terjadi rata-rata sekitar 11 tahun dengan variasi antara 9 dan 14 tahun.

Kini peneliti di NASA telah secara resmi mengumumkan badai matahari akan terjadi. Pemberitaan resmi NASA tentang solar maksima yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012 diumumkan di web resminya. Di situs itu, NASA mengatakan pada 2012 polar matahari memiliki titik didih yang sangat tinggi, artinya bumi akan menerima panas 3-5 kali lebih besar dari sekarang.


Selain itu, NASA memberitakan akan adanya badai besar dan tsunami besar di tahun 2012, di wilayah lautan sekitar Convenyor Belt di mana Indonesia adalah bagian dari Convenyor Belt tersebut.
NASA mengklaim jika hal ini terjadi, 2/3 populasi di bumi akan lenyap. Namun kedua informasi ini kemudian dihapus oleh NASA. Mereka belakangan sadar jika hal ini disebarkan dari sekarang secara resmi, maka kekacauan dunia akan terjadi, penjarahan di mana-mana dan global panic. Itu sebabnya mengapa NASA kemudian menghapus informasi itu dari websitenya.

Namun penghapusan informasi itu tidak menghentikan para scientist mengumumkan hasil penelitiannya yang menganggap bahwa masyarakat dunia mempunyai hak untuk mengetahui apa yang akan terjadi agar dapat mempersiapkan dirinya dengan baik.

 Badan Antariksa Amerika NASA menjelaskan, badai radiasi matahari tidak membahayakan kehidupan manusia di bumi. NASA menjelaskan semburan lidah api dari korona matahari (CME) telah bertabrakan dengan medan magnet bumi pada 24 Januari 2012.

"Hal itu diperkirakan mencapai magnetosfer bumi --selaput magnetik yang menyelimuti bumi-- pada 24 Januari lalu," demikian pernyataan NASA. Menurut NASA Pusat Prakiraan Cuaca Antariksa, NOAA, telah mengkategorikannya sebagai badai "besar" dengan level S3 (dimana tingkat S5 sebagai yang tertinggi).

"Badai radiasi matahari dapat mempengaruhi pengoperasian satelit dan penyiaran gelombang pendek radio," kata NASA yang menjelaskan hal itu tidak akan melukai manusia.

Tumbukan tersebut menyebabkan aurora dapat dilihat di langit yang tinggi dan NASA memperkirakan aurora juga bisa disaksikan di langit yang lebih rendah.
Ilmuwan senior dari NASA memprediksi bumi bakal dihantam energi magnetik dengan level kekuatan yang tidak pernah terjadi dari percikan api matahari setelah matahari 'terbangun dari tidur lelapnya' sekitar tahun 2013. Hal tersebut diungkapkan sang ilmuwan kepada The Daily Telegraph.


Dalam peringatan terbarunya, NASA mengatakan badai besar bakal menghantam seperti 'gulungan petir'. Badai tersebut bisa memicu dampak yang sangat merusak terhadap kondisi di bumi serta gangguan pelayanan darurat dan keamanan nasional jika tidak ada langkah antisipasi diambil.

Para ilmuwan memperkirakan badai tersebut bisa merusak semua sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan, dan peralatan kendali lalu lintas udara. Badai itu bahkan bisa merusak peralatan seperti iPods dan komputer.

Karena ketergantungan manusia dengan peralatan elektronik yang sangat sensitif terhadap energi magnetik, badai tersebut bisa menyebabkan kerusakan dengan nilai kerugian puluhan juta pound. “Kami tahu itu akan datang. Tetapi, kami tidak tahu pasti seberapa buruk dampaknya,” ujar Direktur Divisi Heliophysic NASA, Richard Fisher.

“Itu akan merusak peralatan komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, lalu lintas udara, sistem perbankan, komputer kami, semua alat elektronik. Itu akan memicu masalah besar bagi dunia,” lanjut Fisher.

“Listrik di kawasan yang besar bakal padam dan perbaikan kerusakan tersebut bakal sulit karena membutuhkan waktu lama,” imbuhnya. Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, Fisher menambahkan, “Berbagai sistem bakal mati. Percikan yang besar dan seperti gulungan petir mengubah medan magnetik di bumi. Itu adalah efek matahari.”

Sebuah konferensi soal cuaca di luar angkasa yang digelar di Washington DC pekan lalu juga membahas hal tersebut. Konferensi itu sendiri dihadiri para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti, dan pejabat pemerintahan.

Meski sebelumnya peringatan serupa telah diungkapkan banyak ilmuwan, penjelasan dari Fisher merupakan peringatan yang paling komprehensif. Fisher, 69 tahun, mengatakan badai yang membuat matahari mencapai temperatur lebih dari 5.500 Celsius terjadi hanya beberapa kali dalam kehidupan seseorang.

Setiap 22 tahun, siklus energi magnetik matahari mencapai puncak sementara percikan matahari mencapai level maksimum setiap 11 tahun. Menurut Fisher, dua kejadian tersebut bakal terjadi bersamaan pada 2013 sehingga memicu level radiasi yang tinggi.

Ilmuwan yang telah bekerja di NASA selama 20 tahun ini mengatakan sebagian besar wilayah bumi terancam padam selama beberapa bulan, meski itu sulit terjadi.
Menurut Fisher, skenario yang paling mungkin terjadi adalah kawasan seperti Eropa dan Inggris yang memiliki kabel listrik yang rentan bakal mengalami listrik padam selama beberapa jam bahkan beberapa hari.

Menurut Fisher, persiapan terhadap bencana tersebut mirip dengan antisipasi terhadap angin ribut. Pemerintah tahu bencana tersebut semakin dekat, tetapi mereka tidak tahu seberapa serius ancamannya.

Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Inggris dua tahun lalu memperingatkan bahwa kabel-kabel listrik, sistem navigasi GPS, lalu lintas udara, layanan finansial, dan komunikasi radio darurat bakal 'mati karena dihantam aktivitas matahari yang intens.” Akademi tersebut memperingatkan badai matahari yang sangat kuat, bisa memicu 'kerusakan ekonomi 20 kali lebih besar dari Badai Katrina'.

Mungkin Membawa Dampak Bencana Besar pada Bumi

Ilmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa, pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan meng-atakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah “efek domino”. Coba pikirkan, bila jaringan listrik menjadi rapuh dan tidak stabil, hal-hal yang berhubungan dengan bisnis pasokan listrik juga akan menjadi korban: peralatan refrigeration berhenti, makanan dan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang berpendingin dalam jumlah besar akan kehi-langan kondisi penyimpanan dan rusak; pompa tiba-tiba berhenti berfungsi, air minum pada masyarakat akan menjadi masalah. Selain itu, karena gangguan pada sinyal satelit, sistem posisi GPS akan menjadi sampah. Sebenarnya pada awal 1859 pernah terjadi kasus serupa, peledakan badai matahari saat itu bahkan me-ngakibatkan jaringan telegram terbakar rusak. Tentu saja sekarang ini di bumi sudah dipenuhi oleh fasilitas kabel dan nirkabel, tetapi fasilitas ini sulit menahan ujian badai matahari.

Ketika badai matahari kuat menyerang, umat manusia di bumi akan menghadapi dua masalah besar. Pertama, adalah tentang masalah jaringan listrik modern sekarang. Jaringan listrik modern sekarang pada umumnya menggunakan tegangan tinggi untuk mencakup daerah lebih luas, ini akan memungkinkan operasi jaringan listrik lebih efisien, Anda bisa mengurangi kerugian selama transmisi listrik, juga kerugian listrik karena produksi yang berlebihan. Namun, secara bersama ia juga menjadi lebih rentan terhadap serangan cuaca ruang angkasa. transmisi jaringan akan menjadi sangat rentan dan tidak stabil, atau bahkan mungkin menyebabkan terhenti secara total. dan ini hanya merupakan efek domino yang pertama, selanjutnya mungkin juga akan menyebabkan “lalu lintas lumpuh, komunikasi terputus, industri keuangan runtuh dan fasilitas umum kacau; pompa berhenti menyebabkan pasokan air minum terputus, kurangnya fasilitas pendingin, makanan dan obat-obatan sulit disimpan secara efektif. Para ilmuwan telah memperkirakan bila ada intensitas badai matahari kuat mungkin dapat menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi manusia, hanya pada tahun pertama saja kerugiannya mencapai 1-2 triliun dollar AS, sementara pemulihan dan rekonstruksinya diperlukan setidaknya 4-10 tahun.

Isu yang kedua adalah tentang masalah sistem jaringan listrik yang saling ketergantungan yang dukungan kehidupan modern kita, seperti masalah air dan penanganan limbah, masalah infrastruktur logistik supermarket, masalah pengendalian gardu listrik, pasar keuangan dan lainnya yang tergantung pada listrik. Jika dua masalah digabung jadi satu, kita dapat dengan jelas melihat bahwa peristiwa kemungkinan muncul kembalinya badai matahari Carrington sangat mungkin akan menyebabkan bencana besar yang langka. Adviser laporan khusus dari National Academy of Sciences Amerika Serikat dan analis daya listrik industri John Kappenman menganggap “Bencana seperti ini dibandingkan dengan bencana yang biasa kita bayangkan secara total berlawanan. biasanya wilayah kurang berkembang rawan serangan bencana, namun dalam bencana ini, wilayah yang semakin berkembang lebih rentan terhadap serangan bencana.”

Manusia Belum Mempersiapkan Diri

Menghadapi kemungkinan bencana serius yang akan me-nimpa, Amerika Serikat dan seluruh umat manusia tidak segera merespon untuk mempersiapkan pekerjaan secara baik dalam menghadapi putaran badai matahari berikutnya. Becker me-ngatakan bahwa karena kemungkinan terjadinya skala besar badai matahari sangat kecil, “Seluruh masyarakat bahkan tidak menanggapinya, namun hanya memperhatikan masalah di hadapan mata”. Terhadap cuaca di bumi, para ahli cuaca dapat melacak badai yang akan menimpa selama beberapa hari ke depan, dan mengeluarkan peringatan yang sesuai kepada penduduk setempat, namun badai matahari atau cuaca ruang angkasa benar-benar berbeda. Backer mengatakan bahwa sekarang ini kita masih tidak dapat memprediksi secara akurat waktu dan kekuatan badai matahari, yang dapat diprediksi oleh saya dan rekan saya hanya jika sebuah badai matahari besar menyerang, kami secara mutlak tidak mampu menanganinya.”

Ini mirip dengan peringatan dini bencana angin topan dan manusia di bumi, dewasa ini umat manusia terutama tergantung pada prediksi dari siklus sunspot untuk memantau intensitas badai matahari serta dampaknya pada bumi. Yang dimaksud dengan sunspot adalah proses peningkatan dan pengurangan yang berarti dalam jumlah sunspot setiap 11 tahun. Siklus dihitung mulai dari aktivitas terendah sunspot pada matahari. Dalam masa aktif sunspot akan meningkat, badai matahari yang terjadi akan lebih banyak. Ketika badai matahari terjadi, partikel kecepatan tinggi serta aliran ion yang terbentuk oleh partikel bermuatan listrik yang dipancarkan secara besar-besaran oleh matahari akan berpengaruh terhadap lapisan medan magnit bumi, ionosfir serta kondisi atmosfir netral. Dalam masalah dampak bahaya badai matahari, lebih dari satu abad, orang-orang terus memantau kegiatan sunspot.

Berdasarkan fenomena yang terjadi di atas permukaan matahari serta data bintik matahari siklus yang terjadi sebelumnya, para ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research, NCAR, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan sebuah model baru ilmu dinamika solar. Dengan model baru, para astronom dapat memberikan peringatan secara dini dari aktivitas sunspot matahari. Mereka berharap bahwa peringatan dini dapat membantu perusahaan-perusahaan listrik, para pengendali satelit dan aspek lainnya dalam beberapa hari atau bahkan tahun-tahun sebelumnya agar bisa bersiap-siap menghadapai kegiatan sunspot matahari. Menurut informasi, ketepatan model baru ini dapat mencapai akurasi 98%. Richard Enke dari National Science Foundation, Departemen Atmospheric Research Amerika Serikat mengatakan bahwa jika dapat secara dini memprediksi aktivitas badai matahari, orang-orang akan dapat dengan baik menanggulangi gangguan seperti komunikasi, kegagalan satelit, pemadaman listrik, serta ancaman terhadap astronot dan hal-hal lain
Wallahu A'lamu Wana'udzu Billahi......

Sumber: http://www.manadopost.co.id dan http://www.erabaru.ne

YANG MAU DAPAT DOLLAR DARI INTERNET SILAKAN KLIK TULISAN INI