17 September 2012

PENCIPTAAN NABI ISA A.S

Share on :


PENCIPTAAN NABI ISA A.S--Bagaimana komentar anda terhadap orang yang menjadikan ayat berikut: "Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah men­ciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia" sebagai bukti bahwa Isa adalah manusia biasa yang diutus menjadi rasul, bukan seperti yang dikatakan umat Nasrani, bahwa Isa adalah anak Allah -Mahasuci Allah setinggi­ tingginya dari tuduhan itu-.

Ayat ini sudah sangat jelas dan sebagai bukti bahwa Nabi Isa A.S adalah makhluk yang diciptakan, dan Allah SWT. Yang Maha Esa yang telah menciptakannya. Sebagaimana Allah menciptakan Adam AS. dari tanah, tanpa ada ayah dan ibu, tetapi hanya dari tanah yang basah, kemudian Allah memerintahkan tanah tersebut dengan menfirmankan `kun' maka terciptalah Adam seperti yang dikehendaki Allah SWT. Nah, demikian jugalah penciptaan Isa AS. Sama-sama diciptakan dari tanah, hanya bedanya ada ibu, tapi tidak punya ayah. Allah berfirman `kun', maka jadilah nabi Isa AS. berada di rahim ibunya, setelah itu Isa kecil lahir menjadi manusia yang sempurna. Allah menyertai nabi Isa dengan bukti-bukti yang membedakannya dari sekalian manusia, yaitu bisa bicara ketika masih bayi. Di antara ucapan nabi Isa waktu bayi itu sebagaimana Allah jelaskan dalam ayat al-Quran: "Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi."

Tafsir ayat ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya sebagai berikut: Allah swt. berfirman yang artinya: "Sesungguhnya misal (perumpamaan) Isa di sisi Allah", maksudnya, dalam hal kekuasaan Allah menciptakan Isa tanpa ayah, "adalah seperti (penciptaan) Adam" yang diciptakan tanpa ayah dan ibu. Bahkan, Adam "Allah ciptakan dari tanah, kemudian Ia firmankan kepada tanah, `KUN' (tanah, jadilah engkau Adam), `FA YAKUN' (maka terciptalah Adam). Maka, Yang menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu pasti lebih masuk akal kuasa juga menciptakan Isa tanpa ayah tapi punya ibu. Sekiranya -ini sebatas asumsi- disahkan mengangkat Isa menjadi Tuhan karena ia tercipta tanpa ayah, berarti lebih layak lagi jika Adam yang dianggap Tuhan. Jelas diketahui, mengangkat Adam sebagai TUhan pun tidak dibenarkan atau BATIL. Hal itulah mengapa jika kita mengangkat Isa (atau yang lainnya) menjadi Tuhan adalah jauh lebih BATIL dan jelas-jelas merupakan paham yang keliru. Maksud dari proses penciptaan yang beragam ini -wallahu'alam- Allah ingin menunjukkan kepada sekalian makhluknya; bahwa ketika Allah menciptakan Adam tanpa melalui proses pertemuan jenis jantan dan betina (ini merupakan sebuah hikmah), berikutnya Allah menciptakan Isa dengan adanya jenis betina saja tanpa ada jenis jantan, membuat keduanya berbeda dengan proses penciptaan makhluk lain secara normal, karena umumnya terdiri dari pasangan jantan dan betina.




Artikel Terkait:

MUNGKIN BEBERAPA ARTIKEL DIBAWAH INI ADALAH INFORMASI YANG ANDA CARI:

Reaksi:

1 komentar:

nice post...agree with u 100%

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar, jangan ada spam, sara, dan pornografi. saya menghormati komentar selain itu..........:)