5 Maret 2012

KISAH INSPIRATIF SANG SOHIBUL MENARA

Share on :

Alhamdulillah segala puji bagi allah, dzat yang telah memberikan segala bentuk kenikmatan, yang telah memberikan cerita-cerita masa lalu sebagai bahan motivasi bagi umat sesudahnya. sesuai dengan judulnya, kisah inspiratif sang sohibul menara, cerita yang begitu memberi motivasi bagi anak-anak muda indonesia. kisah nyata yang dituangkan dalam bentuk novel karangan Ahmad Fuadi ini memang layak dijadikan pelecut semangat kita terkhusus pemuda indonesia yang ingin menggapai ciita-cita setinggi-tingginya.

          Kisah yang menceritakan tentang perjuangan para sohibul menara, 6 anak dengan latar belakang berbeda yang memiliki keteguhan dalam mengejar mimpi yang tinggi, stinggi menara di sampiing masjid jami’ pondok pesantren madani modern, gontor jawa timur.
          Mereka terlecut oleh sebuah mantra sakti yang disampaikan oleh guru mereka pada hari pertama mereka menuntut ilmu di tempat itu, “من جد وجد--- Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil---. Dalam kenyataan mereka telah membuktikan kedahsyatan mantra sakti itu dalam kehidupan mereka.


Memang pada dasarnya sebuah kesuksesan tidak akan diraih tanpa adanya kerja keras dan kesungguhan, tak dapat dipetik hanya dengan berpangku tangan tanpa berbuat sesuatu. “Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sampai mereka mau merubah nasib mereka sendiri”, itulah sebabnya tidak ada orang yang sukses yang hanya menunggu datangnya pemberian tuhannya, tapi semuanya berproses panjang yang akhirnya memberikan hasil sesuai dengan usahanya. الاجر بقدر التعب”---Hasil itu sesuai dengan kerja kerasnya---.

Perbedaan mendasar antara orang yang sukses dan tidak sukses adalah kerja kerasnya. Jika kita ingin sukses, maka bekerjalah melebihi apa yang diprbuat oleh orang lain--- اعملوا فوق ما عملوا---Singkatnya, jika kita adalah seorang petinju yang ingin sukses, maka kita harus berlatih 5 kali sehari jika petinju lain berlatih 3 kali sehari, begitu juga jika petinju lain berlatih 5 kali sehari, kita harus berlatih 7 kali sehari, begitu seterusnya. Sederhana namun penuh makna.^_^

Kita hanya perlu sedikit bekerja lebih keras dari yang lain, ya....sedikit lebih keras, karena perbedaan sedikit itulah tak jarang lahir para juara sejati. Para juara dunia pelari misalnya, hanya terpaut 0,0 sekian detik dari rivalnya, para juara renangpun demikian, juga para juara-juara yang lain. Itulah perbedaan sedikit yang berpengaruh besar, apalagi jika bisa bekerja lebih, lebih dan lebih lagi, tak terelakkan kesuksesan berada di pelupuk mata kita.

Demikian prinsip yang diterapkan para sohibul menara, terutama Alif Fikri, dalam perjuangan menuju mimpi-mimpi mereka. Hingga pada akhirnya, kerja keras mereka terbayar tuntas. Impian-impian yang dulu tergantung di atas menara kini menjadi bagian dari kisah hidupnya. Itulah yang menyebabkan novel ini menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi penulis.

Memang sebenarnya sangat terlambat untuk menulis tentang novel ini, tapi lebih baik terlambat dari pada sama sekali tidak. Bagi sobat-sobat yang sudah membaca novel ini, semoga bisa mengambil sebuah inspirasi dan pelajaran berharga dari novel karangan A. Fuadi tersebut. Dan bagi teman-teman yang belum membacanya, sangat disarankan untuk membacanya.^_^

Pada intinya, jangan pernah takut untuk meggantung mimpi-mimpi kita setinggi-tingginya, kemudian lakukan upaya melebihi upaya orang lain, dan tawakal kepada dzat yang maha memberi, itulah kunci kesuksesan yang sejati. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki  tekad kuat dalam usaha menggapai mimpi-mimpi kita.............Amiin.....^_^



Artikel Terkait:

MUNGKIN BEBERAPA ARTIKEL DIBAWAH INI ADALAH INFORMASI YANG ANDA CARI:

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar, jangan ada spam, sara, dan pornografi. saya menghormati komentar selain itu..........:)