February 13, 2012

Wudhu dalam Shalat

Setiap dari kita akan melaksanakan shalat pasti berwudlu terlebih dahulu, akan tetapi pada banyak kesempatan seseorang hanya ingin mewujudkan syarat ibadah saja, dan ini tidak mengapa (diperbolehkan) dan tujuan pun akan dicapainya. Akan tetapi ada sesuatu yang lebih tinggi dan penting dari hal itu:
Pertama:
Jika hendak melaksanakan wudhu, hadirkanlah perasaan bahwa Anda sedang melaksanakan perintah Allah, yaitu dalam firman-Nya yang artinya:
“Hari orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Al-Maidah: 6)
Dengan demikian terwujudlah makna ibadah pada diri Anda.


Kedua:
Jika Anda sedang berwudhu hadirkanlah perasaaan bahwa Anda sedang berittiba’ (mengikuti petunjuk) kepada Rasulullah saw, sebab beliau bersabda:
“Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian ia shalat dua rakaat, [dengan tidak menyibukkan dirinya dalam pelaksanaan shalat tersebut urusan dunia], maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu" (HR. Bukhari, Muslim).
Dengan demikian Anda telah mewujudkan dua syarat ibadah.
Ketiga:
Berharaplah pahala dari Allah dengan wudhumu itu, sebab wudhu menghapuskan dosa-dosa, maka hilanglah dosa-dosa yang dilakukan tangan bersama tetesan air wudhu terakhir setelah selesai mencuci tangan. Demikain pula anggota wudhu yang lainnya.
Ketiga makna yang agung ini terkadang kita melupakannya. Demikian juga ketika Anda shalat, Anda memulainya dengan menghadirkan perasaan akan perintah Allah dalam firman-Nya yang artinya
“Dan dirikanlah shalat” (Al-Baqarah: 43)
Kemudian Anda sadar bahwa sedang berittiba’ (Mengikuti) kepada Rasulullah saw dimana beliau bersabda:
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat” (HR. Bukhari, Muslim)"
Kemudian disertai mengharap pahala dari-Nya, sebab shalat merupakan penghapus dosa diantara dua waktu shalat. Dan ibadah-ibadah lainnya.
Semoga Allah senantiasa memaafkan kita semua dari apa yang telah kita perbuat yang tidak seharusnya kita lakukan. Padahal kita telah tahu bahwa shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, akan tetapi siapa diantara manusia setelah melaksanakan shalat pikirannya menjadi (baik) dan shalatnya mampu mencegah dari berbuat keji dan mungkar? Kecuali sedikit saja, sebab tujuan utamanya hilang tidak terwujud.

Sumber: www.al-fauzien.web.id

SUJUD DALAM SHALAT

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam ayatNya : “Fasjud waqtarib”, maka hendaklah kamu bersujud dan mendekatkan diri (kepadaNya).
Ternyata seringnya kita sujud dalam keseharian kita dapat mengurangi bahaya akibat pengaruh tegangan listrik yang panas setiap detik, setiap saat tanpa kita sadari kita serap kedalam tubuh kita.
Kita berkomunikasi via HP, telpon, televisi, komputer, laptop, lampu, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tenaga listrik tersebut.
Seperti kita ketahui, terlalu banyak berinteraksi dengan alat-alat listrik tersebut, tanpa kita sadari bisa merusak/menyakiti sebahagian kekuatan anggota tubuh kita. Kita akan bisa sering merasa malasan, pusing, dada sesak, dan sebagainya.

Sebenarnya salah satu sebabnya menurut penemuan seorang ahli di Barat sana, akibat seringnya kita berinteraksi dengan yang namanya alat yang berkaitan dengan “Panas”.
Dan penemuan analisis Barat yang notabene non Muslim tersebut menyatakan, bahwa untuk menurunkan ketegangan akibat panas itu salah satu cara yang paling manjur adalah dengan meletakkan kening kita kebawah (maksudnya sujud), dengan berkali-kali.
Sebagaimana kabel listrik dalam sebuah bangunan selalu dihubungkan ketanah, hakikatnya untuk mengurangi ketegangan panas yang disebabkan oleh listrik.
Dan kita ketahui juga bahwa pusatnya bumi ini terletak di kota Mekkah, dan kita ketahui bahwa di Mekkah (Ka’bah) tersebutlah yang paling banyak muslim melakukan aktifitas sujud.
Dan perlu kita ketahui bahwa pusat dari sifat “Dusta” berada di otak. Dan otak kita menurut ahlinya, terbagi kepada empat bagian penting, Bagian depan (lobus frontal) belakang, lobus temporal, lobus parietalis. Masing-masing menjalankan fungsinya tersendiri, dan mereka saling berkaitan dan tugasnya saling menyempurnakan.
Bagian depan dari otak kita tersebut bertanggung jawab atas tingkah laku dan lisan/lidahnya. Dan otak bagian depan inipun terdiri dari beberapa bagian, dan memiliki tugas masing-masing pula. Terdiri dari lima bagian dan bagian dekat kulit kening manusia, yang terletak setelah lapisan kulit kening kita inilah yang bertanggung jawab atas pembentuan sifat kepribadian manusia dalam hal “membedakan” (Tamyiiz), itu sebabnya, apabila seseorang terluka bagian kening ini, ia akan kehilangan salah satu fungsi tubuhnya, yakni “membedakan”, kalau telah rusak bagian ini, biasanya daya tangkapnya sangat lemah, juga tingkah lakunya yang kurang normal, atau bahkan abnormal.
Dalam Al Quran disebutkan: ”Kalla lainlam yantahi lanasfaambinnaasyiyah, Naasyiyatinkaadzibatin khaatiatin” (Q.S Al ‘Alaq 15-16) (Ketahuilah, jika dia tidak berhenti dari perbuatan itu(mendustakan, dan berpaling), niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” (diambil dari terjemahan Depag)
“Annashiyah dalam bahasa Arab artinya “Kening yang berada dipaling atas (ubun-ubun). Karena itulah para ulama terdahulu sering bertanya-tanya, kenapa sifat dusta dan durhaka ini disebutkan dalam kalimat Annashiyah ini, atau kalimat naashiyah ini disebutkan kata yang dua ini, “kaadzibatin khaatiatin”(dusta dan berbuat salah)?
Pakar dari Brithania (Inggris) pada abad kedua puluh menemukan jawabannya, karena dibahagian inilah yang bertugas mengatur tingkah laku, kepribadian manusia, disana juga diatur sifat benar, dusta dan lainnya.
MasyaAllah, kalau kita fikir-fikir, apakah mungkin ulama dahulu dapat membongkar rahasia dari kalamullah surah Al ‘Alaq diatas tanpa peralatan canggih(elektronik?). dan kenapa setelah belasan abad baru dapat diketahui rahasianya? Ini menandakan, bahwa memang AlQuran adalah kalamullah, bukan perkataan seorang Nabi Muhammad al Ummy. Dan ini membuktikan akan kebenaran agama Islam.
Allahu ta’ala A’lam.

Sumber : www.al-fauzien.web.id

February 10, 2012

MERAYAKAN VALENTINE = HARAM ???

Sejarah Valentine’s Day *)
Valentine’s Day adalah berasal dari budaya Barat. Siapa Valentine? Tidak ada kepastian, bahkan sejarah pastinya pun tidak jelas. Ada banyak versi tentang asal perayaan hari Valentine, yang popular adalah kisah Santo Valentinus yang hidup di masa Kaisar Claudius II dan kemudian menemui ajalnya pada 14 Februari 269.
Meskipun demikian para sejarawan Barat tidak berbeda pendapat, mengakui bahwa akar perayaan valentine adalah berasal dari kebudayaan pagan kuno, budaya kafir yang menyembah banyak dewa-dewi. Menurut budaya ini, bulan Februari dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari dalam kalender Athena Kuno disebut sebagai bulan Gamelion, bulan suce memperingati pernikahan Dewa Zeus dengan Hera. Sedangkan di Romawi kuno, 15 Februari dikenal dengan haru raya Lupercilia, hari memperingati dewa Lupercus, sang dewa kesuburan.



Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian yang berlangsung dari tanggal 13-18 Februari yang puncaknya adalah tanggal 15. Dua hari pertama (13 dan 14) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Fevirish Love) bernama Juno Februata. Pada hari tersebut para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis yang dikumpulkan dalam sebuah bejana. Tiap pemuda mengambil secara acak satu nama dan gadis yang namanya terambil akan menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan sang pemuda yang memilihnya. Jika diantara mereka ada kecocokan maka mereka akan melanjutkannya ke pelaminan, tapi kalau tidak maka tahun berikutnya mereka bisa berganti pasangan.
Tanggal 15 Februari puncak peringatan dilakukan dengan cara mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa yang dilakukan oleh para pendeta pagan dan kemudian mereka meminum anggur dan berlari-lari di jalan-jalan dalam kota sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuhkan kepada siapapun yang dijumpai. Saat itu para wanita akan berjejer di sepanjang jalan berebut untuk diusap kulit kambing, mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan membawa keberuntungan dan kesuburan. Suatu acara yang sangat popular di masa itu.
Hukum Rayakan Valentine
Merayakan valentine adalah HARAM. Berdasarkan nash-nash di bawah ini :
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut” (HR Tirmidzi)
Hadist di atas secara tegas menyatakan bahwa seseorang/sekelompok orang jika mengikuti suatu kaum tertentu maka disamakan dengan mereka. Padahal budaya valentine adalah budaya musyrikin, budaya penyembah para dewa sementara mereka berhak untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya, sebagaimana firman Alloh swt :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS al Bayinah [98]: 6)
Jika perayaan valentine adalah dalam rangka menghormati pastur Santo Valentinus yang dipenggal kepalanya oleh kaisar Romawi, maka tindakan seperti ini berarti telah menjadikannya sebagai rujukan, pemimpin, kerabat, kawan (au liya). Padalah tindakan seperti ini juga dilarang oleh Alloh swt dalam firman Nya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS al Maidah [5]:51).

Wallohu a’lam bishowab........:)

Sumber : www.al-fauzien.web.id 

ADD FB SAYA DI SINI


Ikan Tercantik yang Pernah Ada

Ikan adalah hewan yang hidup di air tawar maupun di air laut, banyak jenis ikan di dunia ini nah berikut ini  ada Ikan yang Paling Cantik  di Dunia.........mau tahu ikan apa aja itu??? ini dia

1. Mandarin Fish
http://hermawayne.blogspot.com

Lihat ikan ini sungguh cantik bukan warnanya?? ada dua varietas dari spesies ini, yaitu Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. namun yang memiliki warna paling bagus adalah varietas yang setandar.. harga ikan ini pun di jual tidak terlalu mahal hanya sekitar $20 per ekor, namun masalah dari ikan ini adalah sulitnya mencari makanannya.

2. Discus
http://hermawayne.blogspot.com
Ikan ini adalah jenis ikan air tawar mungkin salah satu ikan air tawar paling cantik yang pernah ada, ikan ini di jual dengan harga sagat mahal. untuk anakanya saja yang berukuran sekita 3 inchi di jual dengan harga $50-$80.

3. Lion Fish
http://hermawayne.blogspot.com
Ikan ini selain warnanya yang cantik, namun bentuknya menyeramkan dan sangat berbahaya racunya dan sangat menyakitkan, serta cukup efektif melukai musuh. ikan ini juga biasa di sebut Zebrafish.

4. Moorish Idol
http://hermawayne.blogspot.com
Ikan ini habitatnya di laut, ikan ini juga sangat mahal sekali harganya. ikan ini tidak dapat hidup jika di  plihara di dalam akuarium standar.

5. Koi
http://hermawayne.blogspot.com

Ikan koi merupakan ikan yang dianggap membawa keberuntungan bagi pemeliharnya, ada lebih dari 100 varian warna dari ikan koi. Para pengoleksi koi pun rela membayar ribuan dolar hanya untuk memburu pola warna koi yang langka.

6. Flame Angel
 
Ikan ini memikiki hubungan dekat dengan Coral Beauty. Sifatnya sama seperti Coral Beauty, tapi sifatnya tidak ’seteguh’ Coral Beauty.








7. Coral Beauty

 
Ikan ini tidak sulit di pelihara dan dapat hidup dengan baik di habitanya.

February 9, 2012

Cara Kura-Kura Berenang

Banyak penelitian telah mengemukakan bagaimana para kura-kura berpindah kembali ke tempat asalnya setelah selama 10 tahun mengembara lautan,tetapi hasilnya tidak memuaskan. Bagaimana pun para kura-kura tidak hanya kembali ke tempat asalnya,tetapi mereka juga dapat menemukan jalan untuk pulang setelah mengembara. Semua tahu bahwa dalam menemukan jalannya setiap saat, ciptaan-ciptaan ini menunjukan kecerdasan yang luar biasa.

Bagaimana Kura-Kura Berlayar
Beberapa pendapat mengalami kesulitan dalam penyelesaian masalah kura-kura, pikirkan bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupmu, kamu sedang pergi ke suatu tempat dengan kondisi yang tepat sehingga kamu menjadi mampu untuk tinggal. kamu bisa menemukan tempat ini tanpa melakukan kesalahan, dan juga kemudian untuk pertama kalinya kamu juga berangkat ke tempat lain yang tepat. Anggap sebelumnya bahwa kamu harus kembali, kamu mencoba mengingat setiap karakter pada tempat ini membuat catatan tentang aroma, fitur dari lingkungan alam, bahkan daya tarik alam pada suatu daerah. Ketika kamu kembali ke tempat ini, kamu membawa semua rekaman informasi yang siap untuk dimainkan. Dalam hal ini tentu saja sistem pengetahuanmu tidak bisa hanya menentukan tentang daya tarik alam pada tempat ini tapi kamu juga bisa menghasilkan sesuatu yang tepat dari lingkunganmu melalui penentuan identitas karakter-karakter ini.

Tentu saja tidak mungkin untuk melakukan semua ini tanpa bantuan alat-alat teknologi. Tentu tidak masuk akal jika membayangkan bahwa kura-kura bisa melakukan hal yang sama dalam dirinya.

Dalam jangka waktu penelitian tentang para kura-kura masih tidak jelas untuk dipahami. Bahkan jika kita tahu bagaimana mereka bisa melakukan hal ini, ternyata sistem yang mereka lakukan belum berkembang dengan sendirinya.

Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dan membuktikannya dengan kecerdasan-Nya yang kekal di setiap sudut di dunia ini. Allah memberi pada siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan pengetahuan-Nya sesuai yang Dia inginkan. Barang siapa yang mengingkari Allah,mereka akan menemukan tidak ada tempat lain,bahkan jika mereka mengadakan penelitian sepanjang hidup mereka. Dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa tidak ada lagi Tuhan (selain Allah).

إِنَّمَا إِلَهُكُمُ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَسِعَ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا

Artinya : "Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu." (QS Thoha : 98)

#Sumber
www.harunyahya.com

February 3, 2012

Pergantian Musim

Musim merupakan hasil sebuah fakta bahwasanya bumi tidak berputar terhadap porosnya pada kecepatan yang sama dengan kecepatan yang diperlukan bumi untuk berevolusi terhadap matahari. Ini, tentu saja, merupakan perwujudan dari keteraturan yang sempurna yang diciptakan oleh Allah -ta'ala-. Apabila Allah -ta'ala- berkehendak, musim dingin dapat saja berlangsung selama 365 hari dalam setahun, namun dalam kondisi seperti itu, kita tidak akan menemukan bentuk kehidupan yang lain. Dengan menciptakan empat musim, Allah -ta'ala- menganugerahkan kepada umat manusia berbagai macam bentuk keberkahan dari-Nya.

Allah -ta'ala- telah menciptakan musim sepanjang sejarah manusia, sejak dahulu hingga sekarang. Dan hingga saat ini Allah -ta'ala- masih terus menciptakannya. Semua orang mengharapkan musim panas setelah musim semi, dan tak seorangpun ragu atas hal tersebut, dan sudah sepatutnya datang musim panas setelah musim semi. Namun, jika Allah -ta'ala- berkehendak lain, mungkin saja tidak pernah ada musim panas di bumi. Fakta tersebut dimaksudkan agar orang-orang yang hidup berdasarkan Al-Qur'an harus mencerminkan rasa syukur yang mendalam atas keberkahan yang telah Allah -ta'ala anugerahkan tersebut.

Setiap musim memiliki banyak keberkahannya sendiri-sendiri. Keberkahan musim panas adalah bunga yang bermekaran, buah-buahan dengan warna yang segar dan menggiurkan, kehangatan sinar matahari serta keindahan laut. Allah -ta'ala- menganugerahkan rahmat-Nya kepada kita dengan menjamin keberlangsungan keberkahan yang Allah -ta'ala- anugerahkan tersebut. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, Allah berfirman :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS Al-Baqoroh : 164)

#Sumber
HarunYahya.com