10 Februari 2012

MERAYAKAN VALENTINE = HARAM ???

Share on :

Sejarah Valentine’s Day *)
Valentine’s Day adalah berasal dari budaya Barat. Siapa Valentine? Tidak ada kepastian, bahkan sejarah pastinya pun tidak jelas. Ada banyak versi tentang asal perayaan hari Valentine, yang popular adalah kisah Santo Valentinus yang hidup di masa Kaisar Claudius II dan kemudian menemui ajalnya pada 14 Februari 269.
Meskipun demikian para sejarawan Barat tidak berbeda pendapat, mengakui bahwa akar perayaan valentine adalah berasal dari kebudayaan pagan kuno, budaya kafir yang menyembah banyak dewa-dewi. Menurut budaya ini, bulan Februari dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari dalam kalender Athena Kuno disebut sebagai bulan Gamelion, bulan suce memperingati pernikahan Dewa Zeus dengan Hera. Sedangkan di Romawi kuno, 15 Februari dikenal dengan haru raya Lupercilia, hari memperingati dewa Lupercus, sang dewa kesuburan.



Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian yang berlangsung dari tanggal 13-18 Februari yang puncaknya adalah tanggal 15. Dua hari pertama (13 dan 14) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Fevirish Love) bernama Juno Februata. Pada hari tersebut para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis yang dikumpulkan dalam sebuah bejana. Tiap pemuda mengambil secara acak satu nama dan gadis yang namanya terambil akan menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan sang pemuda yang memilihnya. Jika diantara mereka ada kecocokan maka mereka akan melanjutkannya ke pelaminan, tapi kalau tidak maka tahun berikutnya mereka bisa berganti pasangan.
Tanggal 15 Februari puncak peringatan dilakukan dengan cara mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa yang dilakukan oleh para pendeta pagan dan kemudian mereka meminum anggur dan berlari-lari di jalan-jalan dalam kota sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuhkan kepada siapapun yang dijumpai. Saat itu para wanita akan berjejer di sepanjang jalan berebut untuk diusap kulit kambing, mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan membawa keberuntungan dan kesuburan. Suatu acara yang sangat popular di masa itu.
Hukum Rayakan Valentine
Merayakan valentine adalah HARAM. Berdasarkan nash-nash di bawah ini :
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut” (HR Tirmidzi)
Hadist di atas secara tegas menyatakan bahwa seseorang/sekelompok orang jika mengikuti suatu kaum tertentu maka disamakan dengan mereka. Padahal budaya valentine adalah budaya musyrikin, budaya penyembah para dewa sementara mereka berhak untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya, sebagaimana firman Alloh swt :
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS al Bayinah [98]: 6)
Jika perayaan valentine adalah dalam rangka menghormati pastur Santo Valentinus yang dipenggal kepalanya oleh kaisar Romawi, maka tindakan seperti ini berarti telah menjadikannya sebagai rujukan, pemimpin, kerabat, kawan (au liya). Padalah tindakan seperti ini juga dilarang oleh Alloh swt dalam firman Nya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS al Maidah [5]:51).

Wallohu a’lam bishowab........:)

Sumber : www.al-fauzien.web.id 

ADD FB SAYA DI SINI




Artikel Terkait:

MUNGKIN BEBERAPA ARTIKEL DIBAWAH INI ADALAH INFORMASI YANG ANDA CARI:

Reaksi:

10 komentar:

kunjungan sob...kalau di blog saya memang suasananya lagi valentine sob,karena blog saya tidak hanya saya tujukan pada orang islam, jadi bukannya merayakan juga...
like this sob

kebudayaan barat itu sudah masuk begitu saja tanpa bisa difilter lagi.
jaman sekarang kalo ngerayain valentine dianggap sudah biasa dan hal lumrah, kalo gak ngerayain dengan alasan agama, dibilang sok suci. astaghfirullah.. :(

@Sang pembelajar::HIDUP ISLAM......!!!
@HausGame::Tak apa teman....yang penting ga ada niatan merayakan....:)
@Blog Tyo:: Bener banget Teman..itulah susahnya hidup dizaman sekarang ini..:(

Mitos2 Valentine Day masih simpang siur, bnyak versi nya.
Selama itu tidak merugikan orang lain, kenapa disebut harus HARAM ?!

Kalau dampaknya Positif kenapa sih harus diharamkan, kan kita cuma memanfaatkan momentnya, bukan melakukan suatu kekufuran.

Anonim dan Derainbrow@:: sudah dijelaskan diatas dengan jelas, ane cuma berbagi informasi, dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim untuk saling watawa soubissobri watasoubil haq(berpesan untuk kesabaran dan berpesan untuk kebaikan) tapi ane berlepas diri dari apakah kalian mau menerimanya atau tidak, semuanya terserah kalian, toh ane juga udah menjelaskannya dengan dalil-dalil yang mendasarinya....:)

setuju.. Karna 90% valentine berdampak negatif.

Saya tidak merayakan, bagi yang merayakan yaa silakan asal dengan cara yang positip dan hindari seks bebas

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar, jangan ada spam, sara, dan pornografi. saya menghormati komentar selain itu..........:)