3 Oktober 2011

Kisah Seorang Wanita

Share on :


Ini cerita perjalanan
hati seorang wanita …
Ia menumbuhkan dirinya dalam
kepatuhan kepada kebaikan,
membesarkan hati Ibunda dan
Ayahanda yang khawatir tentang
biaya untuk pendidikannya, dia
berusaha untuk tidak
memboroskan uang, dia
memelihara kehormatan dan
kemuliaan dirinya, dia belajar
untuk menjadi murid yang baik,
dan bersyukur karena bisa lulus
sekolah.
Dia bekerja keras untuk
mendapatkan pekerjaan, sambil
bertanya-tanya apakah dia akan
ditemukan dengan belahan jiwa
yang mencintai dan setia
kepadanya.
Doanya yang panjang terjawab
dengan pernikahan dengan pria
yang diharapkannya menjadi
suami dan pemimpin keluarga
yang anggun.
Tapi keluarga bukanlah keluarga
jika tak bermasalah. Tapi dia tetap
bertahan agar bayi yang
dilahirkannya tumbuh sehat dan
ceria dalam keluarga yang utuh
dan terhormat.
Dia menumbuhkan sang bayi
dalam doa, kerja keras, harapan,
khawatir, takut, dan cemas - agar
anak yang dicintainya menjadi
pribadi besar yang berhasil.
Dia menangis haru menyaksikan
bayi yang dibesarkannya itu
tumbuh menjadi pribadi yang
mampu dan mapan, berkarir
baik, dan berkeluarga yang
sejahtera.
Dan di pagi hari yang sejuk, dia
bangun dengan rasa syukur yang
dalam, menyambut kehidupan
yang tak mudah lagi karena
usianya yang lanjut dan tubuhnya
yang renta, untuk diajak duduk
oleh anak dan menantunya, yang
dengan lurus saja mengatakan:
"Supaya gak repot, lebih baik
Mama tinggal di panti jompo."
Ooh … alangkah indahnya hati
bayi yang dibesarkan untuk tidak
mau repot mengurusi jiwa baik
yang melahirkannya.
………..
Tuhan kami Yang Maha
Penyayang,
Jadikanlah semua ibu yang
ditelantarkan sebagai Ibunda
kami,
Terimalah semua kebaikan yang
pernah kami lakukan sebagai
pembayar kebahagiaan mereka di
dunia dan di akhirat.
Jadikanlah semua kebaikan kami
di masa lalu dan di masa depan,
sebagai pembayar bagi semua
kesalahan dan dosa mereka.
Jadikanlah setiap helaan nafas
kami sebagai doa yang
menenangkan dan
menggembirakan hati mereka.
Ibunda, kami anak-anakmu
sangat mencintaimu.
Tuhan, kami titip Ibunda kami ya?
Mohon dijaga, disayangi, dan
dipastikan bahwa hatinya damai
dan bahagia.
Aamiin … ya Tuhan Yang Maha
Penyayang
Aamiin … ya Tuhan Yang Maha
Memelihara
Aamiin … ya Tuhan Yang Maha
Sejahtera
Aamiin. . .


Artikel Terkait:

MUNGKIN BEBERAPA ARTIKEL DIBAWAH INI ADALAH INFORMASI YANG ANDA CARI:

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar, jangan ada spam, sara, dan pornografi. saya menghormati komentar selain itu..........:)