March 5, 2012

KISAH INSPIRATIF SANG SOHIBUL MENARA

Alhamdulillah segala puji bagi allah, dzat yang telah memberikan segala bentuk kenikmatan, yang telah memberikan cerita-cerita masa lalu sebagai bahan motivasi bagi umat sesudahnya. sesuai dengan judulnya, kisah inspiratif sang sohibul menara, cerita yang begitu memberi motivasi bagi anak-anak muda indonesia. kisah nyata yang dituangkan dalam bentuk novel karangan Ahmad Fuadi ini memang layak dijadikan pelecut semangat kita terkhusus pemuda indonesia yang ingin menggapai ciita-cita setinggi-tingginya.

          Kisah yang menceritakan tentang perjuangan para sohibul menara, 6 anak dengan latar belakang berbeda yang memiliki keteguhan dalam mengejar mimpi yang tinggi, stinggi menara di sampiing masjid jami’ pondok pesantren madani modern, gontor jawa timur.
          Mereka terlecut oleh sebuah mantra sakti yang disampaikan oleh guru mereka pada hari pertama mereka menuntut ilmu di tempat itu, “من جد وجد--- Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil---. Dalam kenyataan mereka telah membuktikan kedahsyatan mantra sakti itu dalam kehidupan mereka.


Memang pada dasarnya sebuah kesuksesan tidak akan diraih tanpa adanya kerja keras dan kesungguhan, tak dapat dipetik hanya dengan berpangku tangan tanpa berbuat sesuatu. “Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sampai mereka mau merubah nasib mereka sendiri”, itulah sebabnya tidak ada orang yang sukses yang hanya menunggu datangnya pemberian tuhannya, tapi semuanya berproses panjang yang akhirnya memberikan hasil sesuai dengan usahanya. الاجر بقدر التعب”---Hasil itu sesuai dengan kerja kerasnya---.

Perbedaan mendasar antara orang yang sukses dan tidak sukses adalah kerja kerasnya. Jika kita ingin sukses, maka bekerjalah melebihi apa yang diprbuat oleh orang lain--- اعملوا فوق ما عملوا---Singkatnya, jika kita adalah seorang petinju yang ingin sukses, maka kita harus berlatih 5 kali sehari jika petinju lain berlatih 3 kali sehari, begitu juga jika petinju lain berlatih 5 kali sehari, kita harus berlatih 7 kali sehari, begitu seterusnya. Sederhana namun penuh makna.^_^

Kita hanya perlu sedikit bekerja lebih keras dari yang lain, ya....sedikit lebih keras, karena perbedaan sedikit itulah tak jarang lahir para juara sejati. Para juara dunia pelari misalnya, hanya terpaut 0,0 sekian detik dari rivalnya, para juara renangpun demikian, juga para juara-juara yang lain. Itulah perbedaan sedikit yang berpengaruh besar, apalagi jika bisa bekerja lebih, lebih dan lebih lagi, tak terelakkan kesuksesan berada di pelupuk mata kita.

Demikian prinsip yang diterapkan para sohibul menara, terutama Alif Fikri, dalam perjuangan menuju mimpi-mimpi mereka. Hingga pada akhirnya, kerja keras mereka terbayar tuntas. Impian-impian yang dulu tergantung di atas menara kini menjadi bagian dari kisah hidupnya. Itulah yang menyebabkan novel ini menjadi sumber inspirasi, khususnya bagi penulis.

Memang sebenarnya sangat terlambat untuk menulis tentang novel ini, tapi lebih baik terlambat dari pada sama sekali tidak. Bagi sobat-sobat yang sudah membaca novel ini, semoga bisa mengambil sebuah inspirasi dan pelajaran berharga dari novel karangan A. Fuadi tersebut. Dan bagi teman-teman yang belum membacanya, sangat disarankan untuk membacanya.^_^

Pada intinya, jangan pernah takut untuk meggantung mimpi-mimpi kita setinggi-tingginya, kemudian lakukan upaya melebihi upaya orang lain, dan tawakal kepada dzat yang maha memberi, itulah kunci kesuksesan yang sejati. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki  tekad kuat dalam usaha menggapai mimpi-mimpi kita.............Amiin.....^_^

February 20, 2012

ADAB/TATA KRAMA BUANG HAJAT

Bismillah Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama Islam dengan menghiasinya Bimakaarimil Akhlak (Akhlak Terpuji). Sekali lagi penulis menegaskan bahwasanya tidak ada hal apapun dalam Islam kecuali telah diatur segala macam tata caranya. Satu-satunya agama sempurna yang telah Allah ridhoi bagi seluruh umat manusia di penjuru dunia fana ini.

          Lagi-lagi Islam menaruh perhatiannya pada hal-hal yang terlihat sepele, seperti tata krama ketika kita berada dalam kakus atau kamar mandi. Dalam hal ini penulis mengambil sebuah referensi kitab salaf bertajuk “Bidayatul Hidayah” karya seorang ulama besar yang juga pengarang kitab Rujukan termasyhur sampai saat ini “Ihya ‘Ulumuddin” yaitu Al-Imam Al-‘Alamah Syekh Abi Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali.

          Dalam kitab setebal 103 halaman tersebut dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa ketika seseorang berada dalam kamar mandi, hendaknya memperhatikan beberapa adab atau etika sebagai berikut :
  1) Ketika masuk ke dalam kamar mandi, mendahulukan kaki kiri, dan ketika keluar mendahulukan kaki kanan.
2)              2)  Jangan membawa barang-barang apapun yang di barang tersebut tertulis Asma      Allah dan Rasulullah.
3)       3) Jangan masuk dalam keadaan kepala terbuka dan dalam keadaan tidak memakai alas    kaki.
4)    Berdo’a sebelum masuk dalam kamar mandi dengan do'a :
الْخَبَائِثِ وَ الْخُبُثِ مِنَ أَعُوْذُبِكَ إِنِّي اللَّهُمَّ
     dan saat keluar darinya dengan do'a: غُفْرَانَكَ
 5) Menuntaskan segala apa yang menjadi hajat, setelah buang air kecil hendaknya tangan kiri memperlakukan hasafah (alat kelamin) sebanyak 3 kali agar semua urinnya keluar.
Itulah adab ketika kita  berada dalam kamar mandi, sedangkan ketika kita berada diantara tanah lapang dan hendak buang hajat maka ada beberapa hal yang hendaknya dihindari, yaitu:
1)    Hindari dari penglihatan orang lain dengan cara menutup dengan sesuatu yang dapat digunakan untuk menutup.
2)   Jangan membuka aurat sebelum sampai pada keadaan duduk.
3)   Jangan menghadap dan membelakangi matahari, bulan, dan kiblat.
4)   Jangan bercakap-cakap dengan orang lain selagi buang hajat.
5)   Jangan buang hajat di air yang tenang (tidak mengalir), dibawah pohon yang berbuah dan di lubang.
6)   Dan jangan buang hajat (kencing) melawan arus angin karena ditakutkan akan terkena najis dari percikan air kencingnya. Perlu diketehui bahwa menurut Rasulullah kebanyakan orang disiksa dalam kubur karena tidak bisa menjaga air kencingnya (percikannya).
Itulah adab-adab/ tata krama seorang yang hendak buang hajat. Semoga kita semua dapat mengamalkan apa yang telah dijelaskan dalam kitab Bidayatul Hidayah tersebut.
Tak hanya dalam kitab tersebut, banyak kitab-kitab salaf (biasa dikenal dengan kitab Gundul/ kitab Kuning) yang juga menerangkan adab-adab ketika hendak buang hajat yang tak lain referensi para ulama dalam mengarang kitab-kitab tersebut adalah berasal dari Baginda Rasulullah, makhluk paling terpuji akhlaknya, paling santun tingkahnya serta paling indah tutur katanya. Dalam segala aspek kehidupan, Rasul telah mencontohkannya melalui perilakunya yang dengan jelas Allah pun memujinya dalam Al-Qur’an: “Benar-benar nyata dalam diri Rasulullah itu ada suri tauladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan Allah dan Hari Akhir (Al-Ayat)”. Telah nyata lah bahwa segala apapun yang ada dalam diri Rasulullah adalah sebuah cerminan sempurnanya Akhlak Manusia.
Maka dari itulah kita yang mengaku sebagai umatnya, hendaknya sedikit demi sedikit mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah, meskipun sulit mencapai tingkatan akhlak seperti rasulullah, setidaknya ada upaya kita untuk Ittiba’ /mengikuti Rasulullah, sehingga kelak di Akhirat kita benar-benar menjadi orang-orang yang diakui oleh Beliau sebagai orang-orang yang akan menerima Syafaatul Udhma beliau di hari dimana tidak ada Syafaat/ pertolongan yang dapat menolong kita kecuali Syafaat Beliau….Amin Amin Yaa Robbal ‘Aalamiina.

Wallahu A’lamu…………………

MENUNTUT ILMU

Agama Islam adalah agama yang sangat mengedepankan Ilmu bagi setiap pemeluknya. Di setiap aspek dalam kehidupan beragama islam, selalu dikaitkan dengan Ilmu, entah itu Ilmu agama ataupun Ilmu pengetahuan secara umum. Keutamaan orang-orang yang berilmu pun tidak sedikit dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist.
        Rasulullah sendiri adalah makhluk termulia yang memiliki pengetahuan luas luar biasa, sehingga tidak salah jika beliau dinobatkan sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang masa, bahkan oleh para orang-orang non-muslim sekalipun. Dalam kaitannya dengan Ilmu, banyak sekali Hadist-hadist yang menjelaskan perintah menuntut Ilmu, diantara yang paling mashur dan tidak asing ditelinga kita adalah:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمةٌ

“Menuntut Ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan”.

        Begitu pentingnya kedudukan ilmu, sehingga Rasulullah sangat menekankan umatnya untuk menuntut ilmu, bahkan sampai ke negeri terjauh seperti dalam salah satu sabdanya. Karena kedudukan ilmu yang sangat fundamental inilah, maka para Tholibul Ilmi (penuntut Ilmu) juga memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Dijelaskan bahwa ketika ada seorang yang sedang menuntut ilmu, maka semua makhluk Allah mendoakan dan memintakan ampun untuknya, bahkan seekor paus di laut tak henti-hentinya memohonkan ampun baginya serta memohonkan kemudahan baginya dalam menuntut ilmu. Demikain Allah mengangkat derajat para hambaNya yang berilmu.
        Allah tidak saja mengangkat derajat Shohibul Ilmi (Orang yang berilmu) di dunia, melainkan juga di Akhirat. Dalam suatu kesempatan, Rasulullah pernah bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa berjalan disuatu jalan untuk menuntut ilmu, maka akan dimudahkan baginya jalan menuju surga”.
        Ilmu adalah alat atau sarana untuk mewujudkan sebuah kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam kesempatan yang lain, Rasulullah pun bersabda:
“Barang siapa mengharapkan kesuksesan dunia, maka dengan ilmu. Dan barang siapa mengharapkan akhirat juga dengan perantara ilmu. Dan barang siapa mengharapkan keduanya (Dunia & Akhirat) maka juga dengan ilmu”.
        Dalam Al-Qur’an pun dijelaskan bahwasanya Allah ‘Azza Wajalla akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu setelah orang-orang yang beriman, seperti firmanNya:
“Allah Akan mengangkat Derajat orang-orang yang beriman diantara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.
        Subhanallah, demikian islam menjunjung tinggi keberadaan Ilmu dalam kehidupan pemeluknya, dan semua ilmu adalah datanya dari Dzat yang maha berilmu, dzat yang maha mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun yang samar. Dzat yang senantiasa tidak pernah  luput dari mengetahui terhadap makhlukNya.
        Demikian sedikit ulasan tentang keutamaan ilmu dan orang-orang yang berilmu disertai beberapa dalil yang mendasarinya, namun dikarenakan keterbatasan penulis, hanya bisa mengambil sedikit sekali dari  banyaknya dalil tentang itu semua. Akhirnya, semoga tulisan yang singkat ini dapat menjadi pelecut, pengobar api semangat, dan pendorong semangat  kita semua dalam menuntut Ilmu  dijalan Allah. Amin amin amin yaa Robbal ‘Alamiin.
Wallahu A’alamu………….^_^

February 18, 2012

OPTIMASI SEO MELALUI KONTEN

1.        Tulis teks yang mudah dibaca
Pengguna menikmati konten yang ditulis dengan baik dan mudah diikuti. Hindari:
·        menulis teks yang tidak rapi dengan kesalahan penulisan dan gramatika yang banyak .
·        menempelkan teks dalam gambar untuk konten tekstual (pengguna mungkin ingin menyalin dan merekat teks tersebut dan mesin telusur tidak dapat membacanya).

2.     Tetaplah atur konten di sekitar topik
Selalu usahakan untuk mengatur konten Anda sehingga pengunjung nyaman ketika salah satu konten dimulai dan diakhiri. Membagi konten Anda menjadi bagian atau divisi membantu pengguna menemukan konten yang mereka dapatkan lebih cepat.
Hindari:
·        membuang jumlah teks banyak pada topik yang beragam ke dalam halaman tanpa paragraf, sub judul, atau pemisahan tampilan.


3.     Gunakan bahasa yang relevan
Berpikirlah tentang kata-kata yang mungkin ditelusuri oleh pengguna untuk menemukan sebagian konten Anda. Pengguna yang banyak tahu tentang topik tersebut mungkin menggunakan kata kunci yang berbeda dalam kueri penelusuran mereka dibanding seseorang yang baru melihat topik tersebut. Misalnya, penggemar baseball yang sudah lama mungkin menelusur [SKLN], singkatan dari Seri Kejuaraan Liga Nasional, sedangkan penggemar baru mungkin menggunakan kueri yang lebih umum seperti [baseball playoffs]. Dengan mengantisipasi perbedaan-perbedaan dalam perilaku penelusuran ini dan memperhitungkan mereka ketika menulis konten Anda (menggunakan perpaduan yang bagus antara frase-frase kata kunci) dapat membuat hasil yang bagus. Google AdWords menyediakan Perangkat Kata kunci yang membantu Anda menemukan variasi kata kunci baru dan melihat perkiraan volume penelusuran untuk tiap kata kunci. Perangkat Webmaster Google juga menyediakan kueri penelusuran puncak yang ditampakkan situs Anda dan kueri lain yang membawa pengguna terbanyak pada situs Anda.

4.     Menawarkan konten atau layanan eksklusif
Pertimbangkan untuk membuat layanan baru dan berguna yang tidak ditawarkan situs lain. Anda juga bisa menuliskan artikel riset orisinal, melaporkan berita yang menarik, atau meningkatkan basis pengguna yang unik. Situs lain mungkin kekurangan sumber daya atau tenaga ahli untuk melakukan hal ini.
5.     Ciptakan konten yang khusus untuk pengguna Anda, bukan mesin penelusuran
Merancang situs Anda untuk kebutuhan pengunjung disaat bersamaan memastikan situs Anda mudah untuk diakses bagi mesin penelusuran yang biasanya menghasilkan hasil positif.
Hindari:
·           memasukkan kata kunci yang tidak penting yang ditujukan untuk mesin penelusuran tapi mengganggu atau tidak masuk akal bagi pengguna.
·           dengan memblokir teks seperti "kesalahan ejaan yang sering digunakan untuk mencapai laman ini" yang tidak memberikan keuntungan bagi pengguna.
·           secara curang menyembunyikan teks dari pengguna, tapi menampilkannya bagi mesin penelusuran.
Sumber: Google Webmaster tools.

MINUM SAMBIL DUDUK

Air adalah unsur paling esensial dalam kehidupan makhluk hidup, oleh karenanya air sangatlah dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup, Tak terkecuali manusia. Berkaitan dengan kebutuhan air dalam tubuh, rasulullah telah memberikan tauladan luar biasa dalam memenuhi kebutuhan unsur yang satu ini.

Dalam kehidupan islam, tak ada satu hal pun yang tidak diatur dalam tata cara pelaksanaannya. Bahkan hal sekecil apapun ada dalam tata cara yang telah dicontohkan oleh orang paling mulia disisi Allah, Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam hal minum, Rasulullah pernah melarang salah seorang sahabatnya yang minum dalam keadaan berdiri. Dalam sebuah hadis diceritakan:
dari Abu Hurairah R.A Rasulullah bersabda: “Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan ! (HR. Muslim).


Perlu diketahui bahwa setiap apa yang diSabdakan oleh Rasulullah bukanlah berasal dari hawa nafsunya, melainkan wahyu dari Allah tuhan semesta alam. Sehingga dalam kenyataannya, apa-apa yang dilarangnya dapat dipastikan akan ada dampak buruk bila kita melakukannya. Dalam hal ini, penulis mengambil contoh diatas, yaitu cara minum dalam keadaan berdiri yang dilarang oleh Rasulullah.

Belakangan para ahli kesehatan menemukan fakta bahwa dalam tubuh manusia, terdapat penyaring yang disebut Sphincter. Saringan tersebut dapat terbuka ketika kita duduk, dan sebaliknya akan tertutup ketika kita berdiri.

Air yang kita minum belum 100% steril untuk diolah oleh tubuh. Ketika kita minum dalam keadaan berdiri, sphincter tersebut tertutup sehingga air yang  kita minum tersebut langsung masuk kedalam kantung kemih tanpa tersaring terlebih dahulu sehingga berpotensi menyebabkan penyakit Kristal ginjal, dikarenakan banyaknya limbah-limbah yang tersisa di dalam ureter.

Subhanallah……………Allah benar-benar telah mengatur segala hal sekecil apapun bagi hambaNya. Beruntunglah kita yang masih diberi kasih sayang oleh Allah untuk memeluk Agama yang semprna ini. Semua hal yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita semua.

Wallahu A’lamu…..:^-^

February 17, 2012

BERBAKTI KEPADA IBU

Bismillahirrahmanirrahim, kali ini penulis ingin mencoba menguraikan sedikit ulasan tentang Berbakti kepada Ibu. Keinginan untuk menulis ini adalah ketika teringat betapa berjasanya Ibu terhadap hidup kita, akan tetapi kita belum bisa membuat ibu kita tersenyum bahagia melihat kita, dan itu muncul ketika penulis membaca sebuah buku berjudul Ada Surga di Tapak Kaki Ibukarya Mokh. Syaiful Bahri.

Pertama mari kita kutip sebuah ayat Al-Qur’an :
“Tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah selain Dia dan kamu hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jiika salah seorang diantara keduanya atau keduanya berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan perkataan “hus”. Jangan (pula) kalian membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulai. Rendahkanlah kalian terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Tuhan, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil”.

Segala puji bagi Allah yang telah memerintahkan kita semua untuk tidak berkata kasar, bahkan mengatakan hus pun Dia larang. Jika melihat ayat diatas, tentu perintah Allah tidak hanya untuk memuliakan ibu saja, melainkan kedua orang tua. Namun kali ini, dengan tidak mengunder-estimate kan perintah memuliakan ayah atau bapak atau babe atau istilah-istialah lainnya, penulis mencoba menguraikan tentang keutamaan seorang Ibu dibandingkan seorang ayah……..^_^

          Tentang keutamaan seorang ibu, dikisahkan dalam sebuah hadist, bahwasanya “dari bahz bin hakim meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasulullah, kemudian lelaki itu bertanya:” siapa yang harus saya taati? Rasulullah menjawab:”Ibumu”. Dia bertanya lagi:”kemudian siapa lagi?” Rasulullah menjawab:”Ibumu”. Dia bertanya lagi:”Kemudian siapa lagi?” Rasulullah masih menjawab:”Ibumu”. dia bertanya lagi “Kemudian siapa lagi?”. Rasulullah menjawab:”Ayahmu kemudian kerabat terdekat yang disusul kerabat yang lain.”

          Dari hadist tersebut telah jelaslah bahwa orang yang paling harus dimuliakan adalah IBU. Teramat mulianya kedudukan seorang ibu, sehingga Allahpun memberi keistimewaan kepadanya, dimana setiap do’a seorang ibu untuk anaknya adalah do’a yang tidak pernah tertolak meski do’a itu adalah do’a yang tidak baik. Maka dari itu, baik-baiklah terhadap ibu.

Banyak  sekali dikisahkan cerita zaman dulu tentang keutamaan orang-orang yang memuliakan orang tuanya, terutama Ibu. Salah satunya adalah kisah tentang seorang penjual daging yang kelak akan menjadi teman nabi Musa di surga yang penuh kenikmatan. Dikisahkan pada zaman nabi Musa, ada seorang penjual daging yang tinggal berdua dengan ibunya. Ibunya adalah seorang yang sudah tua renta, lumpuh, dan hanya bisa berbaring tanpa bisa berjalan sendiri, karena itulah segala keperluan ibunya dia yang mengurus. Dia melayani Ibunya bak burung merpati yang menyuapi anaknya. Berkat ketulusannya dalam melayani ibunya itulah, dia mencapai derajat tertinggi di sisi Allah, bahkan Allah memberi kabar gembira baginya melalui nabi Musa bahwasanya ia akan menjadi teman Nabi Musa kelak di Surga.

Cerita lain datang dari zaman Rasulullah, bahwasanya ada seorang laki-laki yang rajin beribadah kepada Allah yang bernama Abdullah bin salam, namun ternyata Ibunya tidak ridho terhadapnya karena ia lebih mementingkan istrinya daripada ibunya sendiri. Suatu ketika abdullah menghadapi sakaratul maut, ketika itu Rasulullah membimbingnya untuk mengucapkan kalimat syahadat, namun mulutnya seakan terkunci, tak bisa berucap sepatah katapun. Setelah itu Rasulullah memerintahkan bilal untuk memanggil ibunya. Namun ibunya tidak mau datang, hingga akhirnya Rasul mengutus Sahabat Ali dan Sahabat Umar untuk membujuk ibunya.

Setelah dibujuk, akhirnya ibunya mau juga datang menemui Rasulullah. Kemudian Rasulullah meminta Ibu itu untuk meridhoi anaknya yang sedang sekarat. Namun Ibu itu menjawab: “Bagaimana aku bisa meridhoinya, sedang dia memukulku, mengusirku dari rumahnya, menyakitiku serta melanggar perintahku”

Akhirnya rasulullah memutuskan untuk membakar jasad laki-laki itu karena ibunya tidak mau meridhoinya sehinga menyulitkannya untuk diambil ruhnya. Mendengar keputusan itu, sang ibu pun tidak tega kepada anaknya sehingga sang Ibu mau meridhoinya. Sesaat setelah ibunya meridhoinya, Abdullah bin salam pun bisa mengucapkan kalimat syahadat dengan dibimbing oleh Rasulullah, dan ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan membawa ridho dari ibunya.

Demikian adalah sepenggal kisah tentang kebaktian seorang anak kepada Ibunya. Dimana seorang dapat mencapai derajat tinggi dengan memuliakan Ibunya, sebaliknya seorang akan terhina dan sengsara jika dalam hidupnya melalaikan Ibunya. Semoga kita semua termasuk hambaNya yan tergolong dalam orang-orang yang memuliakan orang tua kita, terutama Ibu. Sehingga nantinya kita dapat berkumpul dengan Rasulullah di Surga seperti Sabdanya: “Demi Allah yang telah mengutusku sebagai nabi, seseorang yang dikaruniai harta kekayaan oleh Allah kemudian dia berbakti kepada kedua orang tuanya akan bersama denganku di Surga”. Amin Ya Robb…………………..^_^

Wallahu A’lamu……………….(^_^)